Monday, April 1, 2013

"Carilah Perkara Yang Di atas"

Kutipan Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose 3:

"Carilah perkara yang di atas"

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Sudah lima tahun lamanya sejak saya dibaptis untuk hidup secara Katolik, tepat pada Minggu Paskah kemarin aku merasakan sapaan khas dari Yesus dalam Surat Paulus di dalam Kolose 3 ini. Selama ini, setelah saya memikirkan ulang apa yang terjadi sejak pembabtisan saya 5 tahun lalu sampai hari ini, memang saya sudah terlalu memikirkan perkara-perkara "Bumi", bukannya perkara "Atas".

Sudah terlalu banyak saya berusaha sekuat tenaga dan pikiran sendiri berusaha memikirkan jalan keluar setiap permasalahan di bumi dalam hidup saya ini. Memang banyak yang sudah dapat saya pikirkan jalan keluarnya, sudah terselesaikan, sudah saya rasakan kehebatan pemikiran dan solusi saya atas setiap permasalahan yang berhasil saya atasi dengan sendiri ... namun bagaimanapun hebat dan powerful nya kekuatan pemikiran kita sendiri, tetap saja ada perkara-perkara yang tidak dapat terselesaikan, even sekuat tenaga, sekuat pikiran, telah saya usahakan untuk menyelesaikannya. Why? Saya rasa inilah solusi yang hendak disampaikan oleh Yesus kepada saya, yaitu Carilah perkara yang di atas.

Hari-hari belakangan ini rasanya masalah kecil besar semua berdatangan secara tiba-tiba.. masalah yang bisa diselesaikan saat ini, maupun yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat... semuanya berdatangan, bertumpukan, saling menindih, secara tiba-tiba, secara bersamaan... benar-benar pusing. Semua perkara tidak dapat saya kendalikan (uncontrollable) pokok permasalahannya, bagaimanapun cara saya menghadapinya tetap saja bukan merupakan hal yang dapat saya kendalikan, sehingga saya semakin pasrah.. merasa tidak ada jalan keluar dari perkara - perkara ini.. membuat saya lemas dan sampai-sampai tidak bisa bernafas, tidak nafsu makan, tidak nafsu tidur, cemas, kuatir, tidak berdaya.. Ketidakberdayaan saya inilah yang membuat saya makin stress. Saya tidak pernah menghadapi masalah yang tidak bisa dipecahkan. Saya tidak pernah menghadapi urusan yang tidak bisa saya kendalikan.

Customer yang menunda pembayaran, mengancam akan melalukan pembatalan order, pengembalian barang, komplain yang tidak bertanggung jawab dan tidak ada rasa hormat (unrespectful), bikin saya ingin sekali membalasnya .... karena urusan stress akan customer ini, membuat saya lebih fokus pada urusan pekerjaan, sehingga agak sedikit mengesampingkan anak.. tiba-tiba anak menjadi berontak sikapnya pada saya, selalu dan sengaja membuat saya kesal, belum lagi anak tiba-tiba menjadi sakit panas. Belum lagi urusan impor barang yang tertahan di bea cukai karena adanya perubahan regulasi impor dari pemerintah, membuat customer membatalkan order, membuat saya harus mengembalikan uang muka pemesanan barang, dan bahkan sampai saat ini barang saya yang tertahan di bea cukai masih belum jelas nasibnya.. apakah bisa keluar, ataukah hilang begitu saja? Kapan? I just can wait without knowing when it is gonna be over...
Karena masalah-masalah bisnis dan anak yang rumit, berimbas pula pada "sensitivitas" saya terhadap beberapa kerabat, rekan, saudara. Tiba-tiba saja ada saudara yang sikapnya mengesalkan saya, sikapnya yang selalu "meminta" tanpa pernah mau "memberi" membuat saya semakin bete. Dan disaat saya berusaha mengalihkan perhatian dari urusan bisnis dan anak yang memusingkan, saya mencoba melakukan kesukaan saya, yaitu mendekorasi... sudah saya siapkan pigora, ingin saya frame foto-foto momen yang indah, eh tiba-tiba printer yang baru saja diganti cartridgenya tidak mau jalan sama sekali. Sudah sejam saya kutak kutik tetap saja didn't work!!! But I still won't give up..  uda biarin printer rusak dehh.. saya udah capek, mendingan ngeprint di tempat lain saja..  di tempat ngeprint foto, masih ada masalah lagi... setelah dipaksakan, akhirnya terpasang juga frame foto ditempatnya masing-masing, namun masih tidak perfect ... temporarily solved for that day..!! Belum lagi AC tiba-tiba rusak, tidak panas, berisik lagi.. bikin saya tidak bisa tidur semalaman.. setelah dibelikan yang baru, ternyata selang airnya tidak tersambung dengan baik, sehingga bocor, sampai setengah sebelas malam saya dan suami terpaksa membetulkan dan mengganti sendiri selang AC tersebut... what a great night!!!

Belum lagi seorang teman dekat yang baru-baru ini minta tolong dikenalkan pasangan hidup, tiba-tiba membuat saya dan suami saya dilabrak oleh pacarnya, karena ternyata dia pandai memutar balikkan fakta dan mengkambinghitamkan kami bahwa kami mengenalkan teman/pasangan baru padahal jelas-jelas tahu dia masih sedang jalan dengan pacarnya..  Anehnya, semakin kita memikirkan perkara yang dihadapi, semakin banyak bermunculan perkara-perkara berikutnya.. yang justru menambah berat beban ... semakin membuat saya tidak bisa tidur nyenyak, keesokan harinya mood jadi lebih runyam, melihat anak seharian bermain semakin bikin saya kesal. Belum lagi tiba-tiba teman kursus musik anak saya tiba-tiba melakukan kekerasan pada anak saya, menusukkan pinsil warna ke pahanya, mendorongnya sampai terjatuh, menginjak bukunya dengan kaki, mencoret-coret bukunya, sampai saya harus menarik tangan anak tsb dan mengancam nya dengan kata-kata "Apa kamu mau saya pukul".. sementara tangan kanan saya sudah siap mendaratkan tamparan di wajah anak tersebut ... Duuuuuuhh benar-benar saya dicobai...

Aku pikir tidak ada gunanya aku memikirkan semua perkara yang barusan terjadi ... biarlah yang sudah terjadi terjadilah.. bagaimanapun aku merasa diingatkan bahwa sehebat-hebatnya kita, Dia akan semakin menunjukkan betapa tidak berdayanya kita di hadapanNya.. sehingga tidak ada jalan lain bagi kita untuk bersikap berserah dan pasrah pada pengaturanNya. Karena itu dia menyarankan agar kita mencari Perkara yang diatas dan berusaha menjadi "Manusia Baru" setelah kita mengalami kebangkitan bersama Kristus khususnya pada hari Paskah ini.

Kolose 3 :

... Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu..
... Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dna ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kami, kamu perbuat jugalah demikian.
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus untuk memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
.. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

*********